Lompat ke isi utama

Berita

DHS Seri ke-11, Bawaslu Jember Dalami Strategi Kehumasan

humas jember

Zoom DHS seri-11, Selasa (18/8/2026).

Jember – Penguatan fungsi kehumasan menjadi fokus Diskusi Hukum Selasa (DHS) Bawaslu Provinsi Jawa Timur Seri ke-11 yang diikuti Bawaslu Kabupaten Jember secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (18/8/2026). Mengangkat tema “Hubungan Masyarakat”, kegiatan ini membahas peran kehumasan dalam membangun keterbukaan informasi dan kepercayaan publik.

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dewita Hayu Shinta, menekankan pentingnya memperjelas batasan kehumasan. Menurutnya, kehumasan bukan sekadar kegiatan yang melibatkan masyarakat, tetapi memiliki tujuan strategis dalam membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi, komunikasi yang baik, serta penyampaian kinerja lembaga secara transparan dan akuntabel.

Tiga narasumber pada kegiatan ini adalah Teja Rasa Adhi Wardhana, Anggota Bawaslu Kabupaten Madiun, Nikmatus Sholihah, Anggota Bawaslu Kabupaten Blitar dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tulungagung, Roudhotul Muttaqin.

Teja Rasa Adhi Wardhana, menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam membangun kepercayaan publik. Ia menilai fungsi humas tidak hanya berkaitan dengan publikasi, tetapi juga membangun citra, menjaga reputasi, mengelola komunikasi krisis, dan mendorong partisipasi publik. Penguatan humas, menurutnya, perlu didukung kalender komunikasi publik, standar narasi, tim lintas divisi, serta penguatan PPID dan JDIH.

Selanjutnya, Nikmatus Sholihah, menekankan perlunya kehumasan yang responsif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Kehumasan tidak lagi berfokus pada publikasi kegiatan, tetapi juga harus berbasis isu dan kebutuhan informasi masyarakat serta berorientasi pada dampak terhadap pemahaman, keterlibatan, dan kepercayaan publik.

Narasumber Roudhotul Muttaqin, menekankan pentingnya membangun citra Bawaslu sebagai lembaga yang tegas, terbuka, responsif, dan dapat dipercaya. Ia memperkenalkan konsep Lima M, yakni Membaca, Memahami, Menentukan, Menyampaikan, dan Memantau, serta formula konten Hook–Value–CTA. Dalam menghadapi komentar negatif, humas perlu merespons secara tenang dan profesional dengan mengedepankan empati serta menjaga kepercayaan publik.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penguatan bagi Bawaslu Jember dalam mengembangkan fungsi kehumasan yang lebih strategis, responsif, dan adaptif. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi yang akurat, transparan, serta mampu membangun kepercayaan dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu.

Penulis   :  Gesang
Editor     :  Humas Jember