Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jember Gandeng MPM Polije Tingkatkan Literasi Pengawasan Pemilu di Kalangan Mahasiswa


humas jember

Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Jember, Wiwin Riza Kurnia bersama MPM Poltek Jember, Jumat (15/5/2026).

Jember - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember terus memperkuat literasi pengawasan partisipatif kepada generasi muda guna mengawal jalannya pesta demokrasi. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Politeknik Negeri Jember dalam kegiatan Training Legislatif bertajuk “Peran Bawaslu dalam Pengawasan Pemilu,” Jumat (15/5/2026).

Inisiatif ini diambil mengingat dinamika politik modern yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital. Dalam konteks tersebut, mahasiswa dipandang memiliki peran strategis sebagai kelompok masyarakat yang melek teknologi dan aktif di ruang digital.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Jember, Wiwin Riza Kurnia, menyampaikan bahwa salah satu tantangan besar dalam pemilu modern adalah derasnya arus informasi di media sosial yang berpotensi memicu disinformasi.

"Mahasiswa harus memfungsikan nalar kritis yang dimiliki. Mahasiswa diharapkan mampu menyaring informasi, menangkal penyebaran hoaks, serta berani menolak dan melawan praktik politik uang," kata Wiwin saat menyampaikan materi.

Dalam pemaparannya, Wiwin juga menjelaskan beberapa bentuk implementasi pengawasan partisipatif yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. Pertama, mahasiswa dapat menjadi agen edukasi politik bagi sesama pemilih muda di lingkungan kampus. Kedua, sebagai pengguna aktif media sosial, mahasiswa dapat berperan melakukan patroli siber secara mandiri untuk meredam sentimen negatif maupun kampanye hitam. Ketiga, mahasiswa dapat menjadi “mata dan telinga” Bawaslu dengan melaporkan setiap indikasi pelanggaran pemilu yang ditemukan, baik secara langsung ke kantor Bawaslu maupun melalui kanal resmi yang tersedia.

Ia menegaskan bahwa proses demokrasi di lingkungan akademis bukan sekadar soal menang atau kalah dalam sebuah kontestasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi.

“Demokrasi kampus bukan sekadar memilih, tetapi belajar mengawal nilai kejujuran, keadilan, dan integritas. Melalui kegiatan ini, Bawaslu hadir untuk membangun kesadaran kritis generasi muda tentang pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap proses demokrasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Jember berharap semangat kerelawanan pengawasan dapat tumbuh di kalangan mahasiswa."Karena demokrasi yang sehat lahir dari mahasiswa yang berani berpikir, peduli mengawasi, dan aktif menjaga etika politik," tegas Wiwin.

Penulis   :  Rois
Editor     :  Humas Jember