Totok Hariyono: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Tindakan Nyata dalam Merawat Demokrasi
|
Jember – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember menyelenggarakan webinar bertajuk “Merawat Demokrasi Melalui Nilai-Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Pemilu”, Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, S.H., M.H., sebagai keynote speaker yang mengajak seluruh peserta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai tindakan nyata dalam kehidupan demokrasi.
Dalam paparannya, Totok menegaskan bahwa peringatan Bulan Pancasila tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial seperti seminar atau webinar semata. Menurutnya, Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila itu bukan sekadar bunyi-bunyian. Yang kita inginkan adalah Pancasila menjadi tindakan nyata. Ada kesatuan antara kata dan perbuatan,” ujarnya.
Totok juga menekankan bahwa Bawaslu bukan sekadar pekerja pemilu, melainkan pekerja demokrasi. Ia menjelaskan bahwa tugas Bawaslu berlangsung selama lima tahun dalam satu periode, tidak hanya pada saat tahapan pemilu berlangsung.
Menurutnya, pada masa tahapan pemilu, Bawaslu menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan seluruh proses pemilu berjalan sesuai aturan. Salah satu tugas utama yang harus dijaga adalah memastikan konversi suara menjadi kursi politik berlangsung secara benar dan tidak terjadi pencurian suara.
“Kejahatan tertinggi dalam demokrasi adalah pencurian suara. Karena itu Bawaslu hadir untuk memastikan konversi suara ke kursi dilakukan sesuai norma dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Totok menyampaikan bahwa demokrasi pada hakikatnya merupakan sistem yang menjamin kebebasan warga negara untuk menyampaikan pendapat, menentukan pilihan politik, serta memperoleh perlindungan atas hak-haknya. Karena itu, menjaga demokrasi berarti menjaga harkat dan martabat kemanusiaan.
Ia mengingatkan bahwa tugas Bawaslu tidak berhenti ketika tahapan pemilu selesai. Pada masa non-tahapan, Bawaslu tetap memiliki tanggung jawab melakukan kerja-kerja demokrasi yang substantif melalui pendidikan politik dan konsolidasi demokrasi di tengah masyarakat.
“Setiap jajaran Bawaslu sedang membangun peradaban demokrasi yang lebih baik dan lebih berkeadaban,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Totok juga mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk berani menjaga marwah demokrasi dengan mengawal netralitas seluruh pihak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menilai ancaman terhadap demokrasi dapat muncul dalam bentuk penyalahgunaan kekuasaan, oligarki, otoritarianisme, maupun ketidaknetralan aparat.
Selain itu, ia mengajak peserta webinar untuk belajar dari pengalaman Pemilu 1955 yang dinilai sebagai salah satu pemilu terbaik dalam sejarah Indonesia karena ditopang semangat kebangsaan, kenegarawanan, dan cita-cita bersama untuk membangun bangsa.
“Semangat kebersamaan dan karakter kebangsaan itu yang perlu kita hidupkan kembali dalam menyiapkan Pemilu 2029 yang lebih beradab dan berkualitas,” ujarnya.
Menutup keynote speech-nya, Totok berharap webinar yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Jember tidak hanya menjadi ruang penyampaian gagasan, tetapi mampu melahirkan tindakan nyata dalam merawat demokrasi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
“Semoga webinar ini tidak menjadi sekadar orasi kata-kata, tetapi menjadi sumber tindakan untuk membawa peradaban demokrasi yang lebih baik di Republik Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Heni
Editor : Humas Jember