Bawaslu Jember Dorong Peran Perempuan Jaga Demokrasi Bersih
|
Jember – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama ibu-ibu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di lingkungan Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, pada Kamis (07/05/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi kepada masyarakat, khususnya kelompok perempuan sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan pelaksanaan pemilu yang bersih serta berintegritas.
Koordinator Divisi SDMO dan Diklat Bawaslu Jember, Yoyok Adi Pranata menyampaikan materi mengenai bahaya politik uang dan penyebaran hoaks yang kerap muncul menjelang pelaksanaan pemilu maupun pemilihan. Ia menegaskan bahwa praktik politik uang dapat merusak tatanan demokrasi karena menghilangkan kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politik secara sadar dan rasional.
“Politik uang dapat merusak kualitas demokrasi karena pilihan masyarakat tidak lagi berdasarkan visi dan program, melainkan karena iming-iming materi. Oleh karena itu masyarakat harus berani menolak praktik tersebut,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait pentingnya bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks yang dapat memecah persatuan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Ibu-ibu penerima manfaat PKH tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan serta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pengawasan partisipatif dan peran masyarakat dalam menjaga demokrasi yang sehat.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Jember berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menolak politik uang serta bersama-sama melawan penyebaran hoaks demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.
Penulis : Habibi
Editor : Humas Jember