Lompat ke isi utama

Berita

Asah Kemampuan Taktis, Mahasiswa UIN KHAS Jember Bedah Kasus Pelanggaran Pemilu Bersama Bawaslu

humas jember

Sesi study kasus pada kegiatan Bawaslu Jember goes to Campus di UIN khas Jember, Sabtu (23/5/2026)

Jember – Setelah menerima pembekalan teori hukum pemilu, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember langsung diterjunkan dalam sesi studi kasus pada agenda Bawaslu Campus Electoral Class, Sabtu (23/5/2026). Sesi ini menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa melaksanakan simulasi sidang pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni mendatang.

Dalam sesi studi kasus tersebut, peserta dibagi menjadi 10 kelompok yang tersebar di lima kelas berbeda. Setiap kelas didampingi penanggung jawab dari Bawaslu Jember yang bertugas memberikan asistensi dan penjelasan terkait jenis-jenis pelanggaran pemilu.

Mahasiswa dituntut untuk mengidentifikasi serta membedakan berbagai bentuk pelanggaran yang kerap terjadi dalam tahapan pemilu, mulai dari pelanggaran etik, administrasi, tindak pidana pemilu, hingga pelanggaran terhadap peraturan hukum lainnya.

Tidak hanya melakukan analisis kasus, setiap kelompok juga diwajibkan mempraktikkan pengisian formulir laporan pelanggaran pemilu dan mempresentasikan hasil kajiannya di depan peserta lain.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi (PP Datin) Bawaslu Jember, Devi, mengatakan metode pembelajaran berbasis studi kasus diterapkan agar mahasiswa memahami penanganan pelanggaran secara praktis, tidak hanya sebatas teori di ruang kuliah.

“Kami ingin mahasiswa memahami bagaimana sebuah pelanggaran diklasifikasikan serta bagaimana proses administrasi dan penanganannya dilakukan sesuai prosedur,” ujar Devi.

Menurutnya, kemampuan analisis hukum dan ketelitian administrasi menjadi aspek penting dalam proses penanganan pelanggaran pemilu maupun pemilihan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Bawaslu Goes to Campus yang bertujuan meningkatkan pemahaman kepemiluan dan pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa hukum.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama proses diskusi dan pemecahan kasus berlangsung. Semangat tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mencetak generasi muda yang peduli terhadap pengawasan demokrasi dan integritas pemilu.

Bawaslu Jember berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN KHAS Jember dalam memahami praktik penegakan hukum pemilu secara langsung, termasuk saat mengikuti simulasi sidang pemilu pada Juni mendatang.

Penulis  :  Heni
Editor    :  Humas Jember