Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jember Bekali Mahasiswa Magang tentang Pengawasan Partisipatif

humas jember

Pemaparan dari Kordiv pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Jember kepada mahasiswa magang, Rabu (9/9/2026).

Jember — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember memberikan pembekalan materi Partisipasi Masyarakat (Parmas) kepada mahasiswa magang dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember (UNEJ), STIA Pembangunan Jember, dan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember di Ruang Rapat Bawaslu Jember, Rabu (9/9/2026).

Materi disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Jember, Wiwin Riza Kurnia. Ia menjelaskan bahwa pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tugas lembaga, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Pengawasan partisipatif bukan hanya tugas lembaga. Masyarakat perlu menjadi bagian dari gerakan pengawasan, menjadi mata dan telinga Bawaslu di lingkungan masing-masing,” ujar Wiwin.

Dalam materi tersebut, Wiwin memaparkan sejumlah program yang telah dilakukan oleh Bawaslu Jember dalam penguatan Parmas, di antaranya Forum Warga Pengawasan Partisipatif, Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P), Pojok Pengawasan, program Magang/PKL mahasiswa, serta Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Parmas tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan dan peserta, tetapi dari keberlanjutan partisipasi masyarakat dalam melakukan pemantauan dan pelaporan dugaan pelanggaran.

“Tantangannya adalah bagaimana masyarakat yang sudah mendapatkan edukasi dapat bertransformasi menjadi masyarakat yang berfungsi dan bergerak dalam pengawasan,” jelasnya.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa magang diharapkan tidak hanya memahami konsep pengawasan partisipatif, tetapi juga dapat menjadi bagian dari jejaring masyarakat yang turut menyebarkan literasi kepemiluan dan mendorong budaya pengawasan di lingkungan masing-masing.

“Pengawasan Pemilu akan semakin kuat ketika masyarakat ikut mengambil peran. Karena itu, partisipasi masyarakat harus terus dibangun sebagai gerakan kolektif untuk mewujudkan Pemilu yang bermartabat,” ujar Wiwin.

Penulis  :  Heni
Editor    :  Humas Jember