Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jember Buka Pendidikan Pengawas Partisipatif, Dorong Masyarakat Jadi Mitra Pengawasan Pemilu

humas jember

Dwi Endah Prasetyowati, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan Ketua Bawaslu Jember Sanda Aditya Pradana

Jember - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember membuka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang berlangsung 4–6 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam mengawal Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu Jember, Sanda Aditya Pradana, mengatakan keterlibatan masyarakat penting dalam memperkuat pengawasan pemilu. Menurutnya, Bawaslu tidak hanya berorientasi pada penanganan pelanggaran, tetapi juga berupaya menekan potensi pelanggaran melalui pencegahan dan pengawasan.

“Bukan kami tidak mau menangani pelanggaran, tetapi pelanggaran kita tekan seminimal mungkin melalui pencegahan,” kata Sanda.

Sanda berharap peserta P2P dapat menjadi penyambung informasi kepada publik sekaligus mitra Bawaslu di lingkungan masing-masing. Mengingat keterbatasan jumlah jajaran pengawas, masyarakat diharapkan mampu menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam mengidentifikasi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Ketika masyarakat sudah berperan aktif terkait pengawasan, besar harapan kita bukan hanya Bawaslu yang bertanggung jawab dalam pengawasan pemilu,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dwi Endah Prasetyowati, mengapresiasi pelaksanaan P2P di Jember. Menurutnya, karakter masyarakat Jember yang guyub, rukun, religius, serta kuat dalam budaya rembuk dan musyawarah merupakan modal penting bagi pengawasan partisipatif.

Selain itu, potensi perguruan tinggi dan generasi muda yang kreatif serta melek digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas pendidikan demokrasi. Endah menyebut sejumlah tantangan menuju Pemilu 2029, seperti hoaks dan disinformasi, politik uang, apatisme pemilih muda, serta persoalan netralitas ASN dan kepala desa.

“Demokrasi ini harus dijaga bersama,” tegas Endah.

Ia mendorong pendidikan pengawasan partisipatif dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk sekolah, kampus, OSIS, BEM, dan komunitas kepemudaan. Endah juga mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial melalui gerakan “Satu HP, Satu Edukasi” untuk menyebarkan konten edukasi kepemiluan.

“Kalau kita bergandengan tangan dan lakukan bersama, insyaallah Jember menjadi barometer pemilu berintegritas di Jawa Timur,” ujarnya.

Endah kemudian secara resmi membuka Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu Jember Tahun 2026. Pada hari pertama, peserta mengikuti materi dari lima pimpinan Bawaslu Jember, sedangkan tanggal 5–6 Agustus dilanjutkan dengan pembelajaran audio visual.

Melalui P2P, Bawaslu Jember berharap keterlibatan masyarakat semakin kuat sehingga pengawasan pemilu berkembang menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis  :  Heni
Editor    :  Humas Jember