Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jember dan DPD PAN Jember Perkuat Sinergi Jaga Demokrasi

humas jember

Kunjungan Bawaslu Jember ke DPD PAN di Pendopo CSL Jember, Sabtu (8/8/2026).

Jember – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember memperkuat silaturahmi dan sinergi bersama DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Jember melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi dan Sosialisasi Pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan di Pendopo CSL Jember, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tema “Memperkuat Sinergi, Menjaga Demokrasi”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara Bawaslu dan partai politik sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjaga kualitas demokrasi.

Ketua DPD PAN Kabupaten Jember, H. Abdus Salam, menyambut baik konsolidasi tersebut. Ia menilai komunikasi antara partai politik dan penyelenggara Pemilu perlu dibangun secara berkelanjutan, tidak hanya ketika tahapan Pemilu berlangsung. Menurutnya, persiapan menghadapi Pemilu berikutnya perlu dilakukan sejak dini melalui penguatan internal partai dan pendidikan politik bagi kader.

Anggota Bawaslu Jember, Ummul Mu’minat, mengatakan konsolidasi tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bagian dari pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan.

“Data kepartaian bersifat dinamis sehingga perlu dilakukan pemutakhiran secara berkala,” ujar Ummul.

Ia menjelaskan, pengawasan Bawaslu mencakup data kepengurusan, keanggotaan, domisili kantor, hingga keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik. Perubahan status anggota atau pengurus, termasuk ketika menjadi ASN, TNI, atau Polri, perlu segera disesuaikan dalam data kepartaian.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Jember, Devi Aulia Rahim, menegaskan bahwa Bawaslu dan partai politik memiliki tujuan bersama dalam mewujudkan demokrasi yang bermartabat. Karena itu, sinergi dan kolaborasi perlu terus dibangun melalui komunikasi yang berkelanjutan.

Anggota Bawaslu Jember, Wiwin Riza Kurnia, menambahkan bahwa masa nontahapan merupakan momentum penting untuk mengevaluasi penyelenggaraan Pemilu sekaligus mempersiapkan Pemilu berikutnya.

“Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawal demokrasi. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk partai politik, dalam pengawasan partisipatif,” kata Wiwin.

Kegiatan dilanjutkan dengan Forum Diskusi Demokrasi yang menjadi ruang bagi kader PAN dan Bawaslu untuk bertukar pandangan mengenai pengawasan, pencegahan, penanganan pelanggaran, serta berbagai persoalan demokrasi. Forum tersebut juga menjadi sarana menyerap masukan dari partai politik sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan Pemilu.

Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Jember mendorong penguatan komunikasi dengan partai politik sejak masa nontahapan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan partisipatif, mencegah potensi pelanggaran, serta bersama-sama menjaga demokrasi yang berkualitas, bermartabat, dan berintegritas.

Penulis  :  Irfan
Editor    :  Humas Jember