Bawaslu Jember Gandeng GMNI FKIP UNEJ, Perkuat Pengawasan Partisipatif Lewat Kelas Politik
|
Jember - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember terus memperluas jejaring pengawasan partisipatif dengan menggandeng mahasiswa. Langkah terbaru dilakukan melalui kolaborasi dengan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) FKIP Universitas Jember (UNEJ) dalam agenda Kelas Politik, Minggu (9/5/2026).
Acara yang berlangsung di Aula DPC GMNI Jember ini mengusung tema "Pengembangan Kader GMNI Berbasis Analisis Kritis dalam Membangun Kapasitas Politik, Demokrasi, Analisis Sosial, dan Advokasi". Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Bawaslu Jember, Sanda Aditya Pradana, membedah secara mendalam fundamen demokrasi dan sejarah kepemiluan di Indonesia.
Dalam paparannya, Sanda menekankan bahwa demokrasi bukan sekadar prosedur teknis pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), melainkan proses panjang yang integritasnya harus dijaga bersama.
"Memahami sejarah pemilu adalah kunci untuk memahami mengapa pengawasan itu penting. Kita tidak ingin kecacatan masa lalu terulang. Mahasiswa, dengan nalar kritisnya, harus mampu melihat korelasi antara kualitas proses pemilu dengan kesejahteraan sosial yang akan dihasilkan," ujar Sanda di hadapan puluhan kader GMNI.
Sanda juga menyoroti peran strategis mahasiswa dalam pengawasan pemilu. Menurutnya, mahasiswa memiliki independensi dan kapasitas intelektual yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan analisis sosial serta advokasi terhadap berbagai potensi pelanggaran pemilu.
Dalam kesempatan tersebut, Sanda menyampaikan beberapa peran penting mahasiswa dalam mendukung pengawasan pemilu. Pertama, meningkatkan literasi politik dengan mengedukasi masyarakat agar menolak praktik politik uang. Kedua, melakukan pemantauan di lapangan dengan melaporkan dugaan pelanggaran administrasi maupun etik selama tahapan pemilu berlangsung. Ketiga, berperan aktif mengawasi penyebaran hoaks dan kampanye hitam di ruang digital.
Menutup materinya, Sanda mengajak kader GMNI untuk berperan aktif dalam mengawal proses demokrasi dan tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika politik.
“GMNI memiliki basis analisis kritis yang kuat. Saya berharap kawan-kawan mahasiswa dapat berperan aktif membantu Bawaslu Jember. Jadilah mata dan telinga kami di masyarakat. Mari kita bangun kapasitas politik yang sehat demi demokrasi yang lebih bermartabat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader GMNI tidak hanya memiliki pemahaman teoritis mengenai politik dan demokrasi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam advokasi kebijakan serta pengawalan suara rakyat di Kabupaten Jember.
Penulis : Rahman
Editor : Humas Jember