Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Suhenty: Masyarakat Bukan Penonton, Melainkan Aktor Demokrasi

humas jember

Loly Suhenty, anggota Bawaslu RI (Jilbab Cream).

Jember – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI di Aston Jember Hotel & Conference Center, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai elemen masyarakat sebagai upaya memperkuat keterlibatan publik dalam mengawal demokrasi.

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat sebagai pemilih sekaligus pengawas.

Menurutnya, Bawaslu dan KPU memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam penyelenggaraan pemilu. KPU bertugas melaksanakan tahapan teknis pemilu, sedangkan Bawaslu menjalankan fungsi pengawasan. Namun demikian, kedua lembaga tersebut tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

"Forum seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi ikut terlibat aktif mengawasi jalannya pemilu," ujar Lolly.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara positif dengan menjadi penyebar informasi yang benar. Menurutnya, masyarakat perlu bertransformasi dari sekadar pengguna media sosial menjadi pembuat konten yang menyebarkan informasi edukatif mengenai demokrasi dan kepemiluan.

"Jangan hanya menjadi follower. Mari menjadi content creator yang menyebarkan informasi baik. Sering kali informasi yang tidak benar lebih cepat viral karena lebih banyak diproduksi dan disebarkan dibandingkan informasi yang benar," jelasnya.

Lolly menambahkan, keberhasilan pengawasan partisipatif sangat bergantung pada kemauan masyarakat untuk menyampaikan informasi yang diperoleh kepada lingkungan sekitarnya. Informasi positif mengenai penyelenggaraan pemilu perlu terus disebarluaskan agar tidak tertutup oleh informasi yang menyesatkan.

Selain itu, ia menekankan bahwa keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk aktif berkomunikasi dengan Bawaslu apabila membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan saran, kritik, dan laporan terkait kepemiluan.

"Bawaslu adalah lembaga publik. Masyarakat tidak perlu ragu untuk datang, bertanya, ataupun menyampaikan masukan. Kami juga membuka ruang komunikasi melalui media sosial sebagai sarana informasi, edukasi, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya peran aktif dalam mengawal setiap proses penyelenggaraan pemilu. Pengawasan partisipatif diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan pemilu yang demokratis, jujur, adil, berintegritas, serta mampu menghasilkan pemimpin yang memperoleh legitimasi dari rakyat.

Penulis  :  Heni
Editor    :  Humas Jember