Nur Elya Anggraeni: Media Sosial Jadi Wajah Kelembagaan di Masa Nontahapan
|
Jember – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember menggelar apel di halaman kantor Bawaslu Jember, Senin (3/8/2026). Apel tersebut dipimpin oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Nur Elya Anggraeni, yang memberikan arahan kepada jajaran komisioner, sekretariat, serta mahasiswa magang.
Dalam amanatnya, Elya menegaskan bahwa masa nontahapan bukan berarti aktivitas kelembagaan berhenti. Sebaliknya, seluruh jajaran perlu terus menunjukkan eksistensi Bawaslu melalui berbagai kegiatan yang dipublikasikan kepada masyarakat.
"Di masa nontahapan, media sosial Bawaslu memegang peran penting dalam membangun pemahaman masyarakat. Tetap publikasikan kegiatan dan informasi kebawasluan melalui konten-konten yang informatif dan edukatif agar masyarakat mengetahui peran serta kerja-kerja Bawaslu dalam mengawal demokrasi," ujar Elya.
Menurut Elya, publikasi yang konsisten akan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu. Karena itu, setiap kegiatan kelembagaan perlu dikemas menjadi informasi yang edukatif dan mudah diakses oleh publik.
Selain memberikan arahan kepada jajaran sekretariat dan komisioner, Elya juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa magang yang sedang menjalankan praktik di Bawaslu Jember. Ia berharap masa magang dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mengenai kepemiluan dan pengawasan pemilu.
"Selamat menjalani magang. Jadikan masa magang ini sebagai samudra pengetahuan. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar dan memahami tugas-tugas Bawaslu," pesannya.
Lebih lanjut, Elya mengingatkan bahwa tugas utama Bawaslu adalah melakukan pencegahan terhadap potensi pelanggaran dan sengketa pemilu. Oleh sebab itu, seluruh jajaran diminta terus mengasah kemampuan dan tidak kehilangan kompetensi teknis selama masa nontahapan.
"Tugas Bawaslu hanya satu, yaitu mencegah terjadinya pelanggaran dan sengketa. Namun, rangkaian upaya pencegahannya sangat beragam. Teman-teman magang bisa mempelajari proses tersebut, sementara seluruh staf harus tetap menjaga kapasitas. Jangan karena tidak ada tahapan, lalu lupa bagaimana mekanisme persidangan, lupa ketentuan hukum kepemiluan, atau lupa menyusun Form A," tegasnya.
Ia menambahkan, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting mengingat tahapan pemilu akan kembali dimulai pada tahun depan. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta tetap meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan mempersiapkan diri menghadapi setiap tahapan yang akan datang.
Menutup amanatnya, Elya mengajak seluruh keluarga besar Bawaslu Jember untuk senantiasa menjaga kesehatan agar dapat menjalankan tugas pengawasan secara optimal ketika tahapan pemilu kembali dimulai.
"Insyaallah tahun depan kita sudah memasuki tahapan. Karena itu, tetap jaga kesehatan dan persiapkan diri sebaik mungkin," pungkasnya.
Penulis : Heni
Editor : Humas Jember